Data Storage

Secara umum data storage dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
  • Memori Utama (Primary storage), contohnya ROM (Read Only Memory)
    dan RAM (Random Access Memory)
  • Memori Sekunder (Secondary storage), contohnya Magnetik Disk,
    Magnetik Tape dan CD / DVD ROM
  1. Memory Utama (Primary Storage)
    Manajemen Memori Utama
    Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri.
    Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas - aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
    • Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang
      menggunakannya
    • Memilih program yang akan di-load ke memori
    Memori Utama bisa juga disebut dengan internal storage, merupakan pusat sumber daya sebuah sistem komputer yang secara dinamis harus dialokasikan bagi para pemakai, program dan proses. Memori ini menyimpan data dan program sebelum diproses melalui input devices yang akan dijalankan oleh Central Processing Unit (CPU) dan karenanya mempunyai ciri dapat diakses kumpulan instruksi CPU secara langsung (dapat diraih langsung oleh CPU). Kemudian data dan program dianalisa dibagian control unit selanjutnya diproses di arithmatic logical unit (ALU). Setelah selesai proses, hasilnya dikembalikan lagi ke primary storage.
    Instruksi program dan data harus ditransfer ke CPU untuk dijalankan, maka waktu pelaksanaan setiap program tergantung pada kecepatan siklus transfer memori. Teknologi utama yang digunakan oleh komputer modern untuk menerapkan memori utama adalah sirkuit terpadu semi konduktor (IC atau
    integrated circuit). Umumnya memori semi konduktor bersifat volatile (menguap), yaitu jika tenaga listriknya hilang, maka seluruh isi memori akan hilang.
    Idealnya memori adalah cepat, besar dan murah, karena semakin cepat memori utama, maka semakin cepat komputer tersebut. Tapi sayangnya tidak mungkin untuk memenuhi ketiga persyaratan tersebut secara simultan. Peningkatan kecepatan dan ukuran dicapai bersama peningkatan biaya Untuk memenuhi permintaan akses cepat, dilakukan banyak usaha mengembangkan struktur cerdas yang meningkatkan kecepatan dan ukuran suatu memori dengan tetap menjaga biaya yang masuk akal. Salah satu cara meningkatkan kecepatan memori adalah dengan menggunakan cache.
    Jika memori utama besar, pemrosesan informasi dapat lebih cepat, karena kebanyakan informasi yang dibutuhkan telah ada, kebalikan danan sekunder memori yang lebih lambat. Namun penting untuk diketahui bahwa memori besar jauh lebih lambat daripada memori yang kecil, karena itu kecepatan memori utama biasanya memberikan batasan kecepatan (bottleneck) pemrosesan pada komputer.
    Memori biasanya didesain untuk menyimpan data dan mengambil data dalam kuantitas word length. Sebenarnya jumlah bit yang disimpan atau diambil dalam satu akses memori adalah definisi word length komputer yang paling umum. Sebagai contoh misalnya komputer byte-addressable yang instruksinya menghasilkan alamat 32-bit. Pada saat alamat 32-bit dikirim dari prosesor ke unit memori, high order 30-bit menentukan word mana yang akan diakses. Jika kuantitas byte ditentukan, maka low order 2-bit alamat tersebut menentukan lokasi byte mana yang terlibat. Dalam operasi Read, byte lain dapat diambil dari memori, tetapi diabaikan prosesor. Akan tetapi jika operasi byte tersebut adalah Write, maka sirkuit kontrol memori harus memastikan bahwa isi byte lain pada word yang sama tidak berubah.
    Transfer data antara memori dan prosesor berlangsung dengan menggunakan dua register prosesor, biasanya disebut MAR (memory address register) dan MDR (memory data register). Jika panjang MAR adalah k bit dan MDR adalah n bit, maka unit memori dapat berisi hingga 2k lokasi addressable. Selama siklus memori, n bit data ditransfer antara memori dan prosesor. Transfer ini berlangsung melalui bus prosesor, yang memiliki k jalur alamat dan n jalur data. Bus juga menyertakan jalur kontrol Read / Write (R / W) dan Memory Function Completed (MFC) untuk mengkoordinasi transfer data. Jalur kontrol lain dapat ditambahkan untuk menunjukkan jumlah byte yang ditransfer.
    Prosesor membaca data dari memori dengan me-load alamat lokasi memori yang diperlukan ke register MAR dan men-set jalur Read / Write ke 1. Memori merespon dengan menempatkan data dari lokasi yang dituju ke jalur data, dan mengkonfirmasikan aksi ini dengan menyatakan sinyal MFC. Setelah menerima sinyal MFC, prosedor me-load data pada jalur data ke dalam register MDR.
    Prosesor menulis data ke dalam lokasi memori dengan me-load alamat lokasi ini ke dalam MAR dan me-load data ke dalam MDR. Hal ini mengindikasikan bahwa operasi tulis terlibat dengan men-set jalur Read / Write ke 0. Jika operasi read atau write melibatkan lokasi alamat yang berurutan dalam
    memori utama, maka operasi transfer blok dapat dilakukan dimana satu-satunya alamat yang dikirim ke memori adalah yang mengidentifikasikan lokasi pertama. Akses memori dapat disinkronisasi menggunakan clock, atau dikontrol menggunakan sinyal khusus yang mengontrol transfer pada bus, menggunakan skema signaling. Operasi read atau write memori masing - masing dikontrol sebagai transfer bus input dan output. Ukuran kecepatan unit memori yang penting adalah lama waktu antara inisiasioperasi dan penyelesaian operasi, misalnya waktu antara read dan sinyal MFC. Waktu ini disebut memory access time (waktu akses memori). Ukuran lain yang penting adalah memory cycle time (waktu siklus memori), yang merupakan jeda waktu minimum yang diperlukan antara inisiasi dua operasi memori yang berurutan, misalnya waktu antara dua operasi read yang berurutan. Waktu
    siklus biasanya agak lebih lama dari waktu akses, tergantung pada detil implementasi unit memori.
    Memori Utama (Primary storage) dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
    • Read Only Memory (ROM), Memory yang hanya dapat dibaca saja tanpa
      ditulisi
    • Random Access Memory (RAM) atau Content Addressable Memory
      (CAM), Memory yang dapat dibaca dan ditulisi
    Agar lebih jelasnya primary storage ini, akan dibahas satu persatu mengenai ROM dan RAM.
    Read Only Memory (ROM)
    ROM adalah memory yang dapat menyimpan data dan program secara permanen atau semi permanen, artinya bila daya listrik dimatikan pada saat operasi komputer, data dan program tidak hilang (non volatile). Memory ini sudah disetting oleh pabrik yang membuat IC yang disesuaikan dengan komputernya dan bersifat permanen, sehingga datanya tidak dapat dihapus, ditambah atau dikurangi.
    Fungsi dari ROM adalah untuk menempatkan program Basic Input Output System (BIOS), yaitu program yang digunakan komputer untuk mengendalikan komputer pertama kali, misalnya untuk pengecekan dan pengendalian konfigurasi hardware. Setelah semua perangkat bekerja dengan baik maka selanjutnya ditangani oleh operating system. Untuk mengubah konfigurasi BIOS dapat dilakukan dengan yang dipakai oleh Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS).
    Jenis - Jenis ROM:
    • Programmable ROM (PROM), memungkinkan data di-load oleh user. PROM menyediakan fleksibilitas dan kemudahan yang tidak terdapat pada ROM. PROM juga menyediakan pendekatan yang lebih cepat dan lebih murah karena dapat diprogram langsung oleh user
    • Erasable Programmable ROM (EPROM), dapat dan program dapat dihapus dan diprogram ulang dengan menggunakan peralatan sinar ultra violet. Dengan alasan ini chip EPROM dipasang pada paket yang memiliki jendela transparan.
      Tipe ini menyediakan fleksibilitas selama fase pengembangan sistem digital. Karena EPROM mampu mempertahankan informasi tersimpan untuk waktu yang lama, maka dapat digunakan untuk menggantikan ROM pada saat software dikembangkan. Dengan cara ini, perubahan dan
      update memori dapat dilakukan dengan mudah.
    • Electrically Erasable Programmable ROM (EEPROM), dapat diprogram dan dihapus dengan pulsa tegangan listrik. Satu – satunya kerugian EEPROM adalah diperlukan tegangan yang berbeda untuk penghapusan, penulisan dan pembacaan data yang tersimpan
    • Flash Memory, pendekatan serupa dengan teknologi EEPROM, sel flash berbasis pada transistor tunggal yang dikontrol oleh muatan yang terjebak. Memori flash memiliki densitas yang lebih besar yang menghasilkan kapasitas yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah per bit.
      Perangkat tersebut memerlukan tegangan suplai daya tunggal, dan mengkonsumsi daya lebih rendah dalam operasinya.
      Konsumsi daya rendah pada memori flash membuatnya menarik untuk digunakan dalam perangkat portable yang dikendalikan dengan baterai. Aplikasi yang umum antara lain komputer hand held, telepon selular, kamera digital, dan MP3 player.
      Pada komputer hand held dan telepon selular, memori flash menyimpan software yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan tersebut, sehingga meniadakan perlunya disk drive. Pada kamera digital, memori flash digunakan untuk menyimpan data image, pada MP3 player memori flash menyimpan data yang merupakan representasi suara. Telepon selular, kamera digital dan MP3 player adalah contoh yang baik sistem embedded
    Random Access Memory (RAM)
    RAM adalah memory yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data dan program sementara sewaktu digunakan oleh prosesor. Jika komputer ata
    u aliran listrik dimatikan, maka data dan program di RAM akan hilang (volatile). Kecepatan membaca data RAM ini lebih cepat jika dibandingkan dengan Harddisk.
    Dalam RAM data dapat dibaca dan ditulisi (read / write) secara acak (random) oleh pemakai, karena komputer menulis data kedalam memory secara acak. Pada saat ini kebanyakan RAM berbentuk Chip yang berisi transistor-transistor dalam untai Flip Flop yang disebut Metal Oxide Semiconductor RAM (MOSRAM), teknologi sebelumnya berbentuk Card. Ada dua jenis MOSRAM yaitu RAM statis dan RAM dinamis. Pada RAM dinamis sifatnya seperti kapasitor makin lama makin hilang memory-nya, untuk mencegah hal ini disetiap lokasi memory harus disegarkan kembali (refresh) setiap dua milidetik dengan membaca dan menuliskan kembali. Lain halnya dengan RAM statis tidak perlu
    dilakukan refresh.
    Jenis-jenis RAM dibedakan dalam yang berbasis Chip dan Card;              Berbasis Chip:
    • Static RAM (SRAM), statis dan bersifat semi volatile, digunakan untuk
      membantu komputer dalam kecepatan proses dan tidak perlu refresh
    • Dynamic RAM (DRAM), dinamis dan bersifat volatile, digunakan untuk
      membantu komputer dalam kecepatan proses dan memerlukan refresh.
      Selain itu DRAM juga digunakan secara luas dalam unit memori komputer
      karena densitas tinggi dan biaya yang cukup rendah.
    • Non Volatile RAM (NVRAM), memiliki daya listrik sendiri melalui sebuah
      baterai mini, sehingga mampu menyimpan daya meskipun komputer atau
      aliran listrik dimatikan, berfungsi untuk menyimpan jam, tanggal, program
      setup dan konfigurasi komputer
    • Ferro Electric RAM (FRAM), tidak memerlukan daya listrik atau baterai
      mini karena sudah menggunakan daya medan listrik
    Berbasis Card:
    • Extended Data Output RAM (EDO RAM), jenis RAM untuk prosesor
      Pentium yang pertama kali dibuat, mempunyai kapasitas memori 8 MB
      sampai maksimum 16 MB dengan standar PC 66/100
    • Synchronous Dynamic RAM (SD RAM), dinamis untuk generasi Pentium I,
      II dan III. Kecepatan bus dari memori berkisar pada frekwensi 66 Mhz
      sampai dengan 133 Mhz atau disebut dengan memori PC 66/100/133.
      SDRAM adalah pengembangan yang lebih baru dalam teknologi memori
      DRAM yang opersinya disinkronisasikan langsung dengan sinyal clock.
      SDRAM dapat digunakan dengan kecepatan clock diatas 100 MHz. Chip
      tersebut didisain untuk memenuhi syarat prosesor yang tersedia secara
      komersial yang digunakan dalam volume besar.
    • Double Data Rate RAM (DDR RAM), dinamis untuk generasi Pentium IV
      (DDR 400). Memiliki banyak tipe dan umumnya dikelompokkan
      berdasarkan bandwidth dan dipengaruhi besarkan clock yang diberikan
      memori itu nantinya. Tipe yang ditawarkan PC 1600 / 2100 / 2700 / 3200
      dengan clock 400 Mhz.
    • DDR Dual Channel RAM, tidak sama pemasangannya dengan SDRAM
      atau DDR biasa, tetapi tipe ini berteknologi sama dengan memori Rambus
      Dynamic RAM (RD RAM) yang memerlukan sistem dual channel, yaitu
      keharusan untuk memasang dua keping modul memori dengan kecepatan
      dan kapasitas yang sama untuk mendukung kerja motherboard.
      Disamping itu ada penambahan dua pasang memori terminator, untuk
      mendukung memori standar PC 2700 / 3200 / 4000 dengan clock 500 /
      800 Mhz.
    • Twister DDR Dual Channel RAM, memori tipe TwinX / Twinmatch /
      Twister atau kode CMX yang menandakan memori ini bisa digunakan
      pada dual channel motherboard.
    • SODIMM RAM, memori yang biasa digunakan untuk kelas server maupun
      notebook.
    Kinerja Memori RAM
    Sebelumnya komputer menggunakan modul memori circuit board tipe Single In-Line Memory Module (SIMM) untuk jenis memori EDO RAM dengan kapasitas antara 8 MB sampai 16 MB, kemudian telah beredar modul memori dalam jenis slot Dual In-Line Memory Module (DIMM) berada di mainboard yang diletakkan dengan soket processor. Dengan memori DIMM, maka digunakan jenis memori SDRAM yang mempunyai jumlah 168 pins, sedang untuk memori DDR RAM mempunyai jumlah sebanyak 184 pins, dimana terdapat satu tonjolan pada bagian tengah RAM sebagai batas pemisah, antara 100 pins untuk bagian sebelah kiri dan 84 pins untuk bagian sebelah kanan.
    Untuk pemilihan jenis memori sangat dipengaruhi kinerja processor, karena perbedaan antar internal bus pada processor dengan internal bus pada memori akan berakibat fatal bagi kecepatan proses pengolahan aplikasi data, untuk itu perbandingan keduanya haruslah sebanding.
    Memori Asosiatif
    Random Access Memory (Ram) dan Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori yang mempunyai suatu kesamaan, yaitu keduanya diakses melalui suatu alamat. Pemberian suatu alamat menyebabkan memori mengembalikannya dengan isi alamat tersebut. Sebaliknya, organisasi memori yang sangat berbeda, disebut sebagai suatu content addressable memori (CAM) atau memori asosiatif, disasarkan pada pengaksesan isi, bukan alamat. Pemberian suatu data (nilai) menyebabkan pencarian suatu lokasi pada memori yang berisi nilai tersebut.
    Pada sebuah memori asosiatif, semua pencarian lokasi memori dilakukan secara simultan dan paralel dengan basis isi data untuk melihat apakah ada yang berisi nilai yang diinginkan. Suatu lokasi yang berisi angka tersebut akan mengirim sinyal untuk mengindikasikan bahwa nilai tersebut telah ditemukan. Karena memori asosiatif melakukan pencarian data secara paralel, maka memori
    asosiatif lebih cepat daripada RAM dalam pencarian memori. Pada aplikasi tertentu, seperti operasi yang melihat ke suatu tabel, mereka merupakan suatu alternatif organisasi memori yang sangat berguna. Namun, seperti yang akan kita lihat nanti, memori asosiatif akan lebih mahal harganya daripada RAM, karena adanya sirkuit logika tambahan yang diperlukan untuk pencocokan dan pemilihan.
    Cache Memory
    Tempat penyimpanan sementara (volatile) sejumlah kecil data untuk meningkatkan kecepatan pengambilan atau penyimpanan data di memori oleh prosesor yang berkecepatan tinggi. Dahulu cache disimpan di luar prosesor dan dapat ditambahkan. Misalnya pipeline burst cache yang biasa ada di komputer awal tahun 90-an. Akan tetapi seiring menurunnya biaya produksi die atau wafer dan untuk meningkatkan kinerja, cache ditanamkan di prosesor. Memori ini biasanya dibuat berdasarkan desain memori statik. Keefektifan mekanisme cache didasarkan pada properti program komputer yang disebut locality of reference. Analisa program menunjukkan bahwa sebagian besar waktu eksekusinya digunakan untuk routine dimana banyak instruksi dieksekusi secara berulangkali.
    Memori Ekstensi
    Tambahan memori yang digunakan untuk membantu proses - proses dalam komputer, biasanya berupa buffer. Peranan tambahan memori ini sering dilupakan akan tetapi sangat penting artinya untuk efisiensi. Biasanya tambahan memori ini memberi gambaran kasar kemampuan dari perangkat tersebut, sebagai contoh misalnya jumlah memori VGA, memori soundcard.
    Direct Memory Access (DMA)
    Yaitu Digunakan untuk I/O device yang dapat memindahkan data dengan kecepatan tinggi (mendekati frekuensi bus memori). Device controller memindahkan data dalam blok - blok dari buffer langsung ke memory utama atau sebaliknya tanpa campur tangan prosesor. Interrupt hanya terjadi tiap blok bukan
    tiap word atau byte data. Seluruh proses DMA dikendalikan oleh sebuah controller bernama DMA Controller (DMAC). DMA Controller mengirimkan atau menerima signal dari memori dan I/O device. Prosesor hanya mengirimkan alamat awal data, tujuan data, panjang data ke DMA Controller. Interrupt pada prosesor hanya terjadi saat proses transfer selesai. Hak terhadap penggunaan bus memory yang diperlukan DMA controller didapatkan dengan bantuan bus arbiter yang dalam PC sekarang berupa chipset Northbridge.
    Memori Tersier
    Pada standar arsitektur sequential computer ada tiga level utama tingkatan penyimpaana: primer, sekunder, and tersier. Memori tersier menyimpan data dalam jumlah yang besar (terabytes, atau 1012 bytes), tapi waktu yang dibutuhkan untuk mengakses data biasanya dalam hitungan menit sampai jam.
    Saat ini, memori tersiser membutuhkan instalasi yang besar berdasarkan / bergantung pada disk atau tapes. Memori tersier tidak butuh banyak operasi menulis tapi memori tersier tipikal-nya write ones atau read many. Meskipun permegabites-nya pada harga terendah, memory tersier umumnya yang paling mahal, elemen tunggal pada modern super computer installations. Ciri – ciri lain memori tersier adalah non volatile, offline storage, umumnya dibangun pada removable media contoh optical disk, flash memory.
    Virtual Memory
    Manajemen memori pada intinya adalah menempatkan semua bagian proses yang akan dijalankan kedalam memori sebelum proses itu dijalankan. Untuk itu, semua bagian proses itu harus memiliki tempat sendiri di dalam memori fisik.
    Tetapi tidak semua bagian dari proses itu akan dijalankan, misalnya:
    • Pernyataan atau pilihan yang hanya akan dieksekusi pada kondisi
      tertentu. Contohnya adalah: pesan-pesan error yang hanya muncul bila
      terjadi kesalahan saat program dijalankan.
    • Fungsi - fungsi yang jarang digunakan.
    • Pengalokasian memori yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Contoh:
      array, list dan tabel.
    Pada memori berkapasitas besar, hal-hal ini tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi, pada memori yang sangat terbatas, hal ini akan menurunkan optimalisasi utilitas dari ruang memori fisik. Sebagai solusi dari masalah-masalah ini digunakanlah konsep memori virtual.
    Memori virtual adalah suatu teknik yang memisahkan antara memori logis dan memori fisiknya. Teknik ini menyembunyikan aspek-aspek fisik memori dari pengguna dengan menjadikan memori sebagai lokasi alamat virtual berupa byte yang tidak terbatas dan menaruh beberapa bagian dari memori virtual yang berada di memori logis.
    Berbeda dengan keterbatasan yang dimiliki oleh memori fisik, memori virtual dapat menampung program dalam skala besar, melebihi daya tampung dari memori fisik yang tersedia. Prinsip dari memori virtual yang patut diingat adalah bahwa: "Kecepatan maksimum eksekusi proses di memori virtual dapat sama, tetapi tidak pernah melampaui kecepatan eksekusi proses yang sama di sistem tanpa menggunakan memori virtual." Konsep memori virtual pertama kali dikemukakan Fotheringham pada tahun 1961 pada sistem komputer Atlas di Universitas Manchester, Inggris (Hariyanto, Bambang: 2001).
    Sebagaimana dikatakan di atas bahwa hanya sebagian dari program yang diletakkan di memori fisik. Hal ini memberikan keuntungan:
    • Berkurangnya proses M / K yang dibutuhkan (lalu lintas M / K menjadi
      rendah). Misalnya untuk program butuh membaca dari disk dan
      memasukkan dalam memory setiap kali diakses.
    • Ruang menjadi lebih leluasa karena berkurangnya memori fisik yang
      digunakan. Contoh, untuk program 10 MB tidak seluruh bagian
      dimasukkan dalam memori fisik. Pesan - pesan error hanya dimasukkan
      jika terjadi error.
    • Meningkatnya respon, karena menurunnya beban M / K dan memori.
    • Bertambahnya jumlah pengguna yang dapat dilayani. Ruang memori
      yang masih tersedia luas memungkinkan komputer untuk menerima lebih
      banyak permintaan dari pengguna
    Gagasan utama dari memori virtual adalah ukuran gabungan program, data dan stack melampaui jumlah memori fisik yang tersedia. Sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori fisik (memori utama) dan sisanya diletakkan di disk. 
    Begitu bagian yang berada di disk diperlukan, maka bagian di memori yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari memori fisik (swap - out) dan diganti (swap - in) oleh bagian disk yang diperlukan itu.
    Memori virtual diimplementasikan dalam sistem multiprogramming. Misalnya: 10 program dengan ukuran 2 Mb dapat berjalan di memori berkapasitas 4 Mb. Tiap program dialokasikan 256 KByte dan bagian-bagian proses swap in) masuk ke dalam memori fisik begitu diperlukan dan akan keluar (swap out) jika sedang tidak diperlukan. Dengan demikian, sistem multiprogramming menjadi lebih
    efisien.
    Memori virtual dapat dilakukan melalui dua cara:
    • Permintaan pemberian halaman (demand paging)
    • Permintaan segmentasi (demand segmentation). Contoh: IBM OS/2.
      Algoritma dari permintaan segmentasi lebih kompleks, karena itu jarang
      diimplementasikan.
    Gambar virtual memori
    Proteksi Memori

    Proteksi adalah sebuah sistem yang mencegah sebuah proses dari pengambilan memori proses lain yang sedang berjalan pada komputer yang sama dan pada saat yang sama pula. Proteksi memori selalu mempekerjakan hardware (Memory Manajemen Unit) dan sistem software untuk mengalokasikan memori yang berbeda untuk proses yang berbeda dan untuk mengatasi exception yang muncul ketika sebuah proses mencoba untuk mengakses memori di luar batas.
    Efektivitas dari proteksi memori berbeda antara sistem operasi yang satu dengan yang lainnya. Ada beberapa cara yang berbeda untuk mencapai proteksi memori. Segmentasi dan pemberian halaman adalah dua metode yang paling umum digunakan.
    Segmentasi adalah skema manajemen memori dengan cara membagi memori menjadi segmen - segmen. Dengan demikian, sebuah program dibagi menjadi segmen-segmen. Segmen adalah sebuah unit logis, yaitu unit yang terdiri dari beberapa bagian yang berjenis yang sama. Segmen dapat terbagi jika terdapat elemen di tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda yang menunjuk pada alamat fisik yang sama. Saling berbagi ini muncul di level segmen dan pada saat ini terjadi semua informasi dapat turut terbagi. Proteksi dapat terjadi karena ada bit proteksi yang berhubungan dengan setiap elemen dari segmen tabel. Bit - proteksi ini berguna untuk mencegah akses ilegal ke memori. Caranya: menempatkan sebuah array di dalam segmen itu sehingga perangkat keras manajemen memori secara otomatis akan mengecek indeks array-nya legal atau tidak.
    Pemberian halaman merupakan metode yang paling sering digunakan untuk proteksi memori. Pemberian halaman adalah suatu metoda yang memungkinkan suatu alamat fisik memori yang tersedia dapat tidak berurutan. Proteksi memori di lingkungan halaman bisa dilakukan dengan cara memproteksi bit - bit yang berhubungan dengan setiap frame. Biasanya bit - bit ini disimpan didalam
    sebuah tabel halaman. Satu bit bisa didefinisikan sebagai baca - tulis atau hanya baca saja. Setiap referensi ke memori menggunakan tabel halaman untuk menemukan nomor frame yang benar. Pada saat alamat fisik sedang dihitung, bit proteksi bisa mengecek bahwa kita tidak bisa menulis ke mode tulis saja.
    Ketika sebuah program berjalan di luar batas memori, DOS, Windows 3.x, Windows 95 / 98 dan sistem operasi lain sebelumnya, tidak dapat mengatasi hal tersebut. Sistem operasi seperti Unix, OS/2, Windows NT, 2000 dan XP lebih tahan dan mengizinkan program tersebut untuk diberhentikan tanpa
    mempengaruhi program lain yang sedang aktif.
    Ruang Alamat Logika dan Fisik
    Alamat Logika adalah alamat yang dibentuk di CPU, disebut juga alamat virtual. Alamat fisik adalah alamat yang telihat oleh memori. Waktu kompilasi dan waktu pemanggilan menghasilkan daerah dimana alamat logika dan alamat fisik sama. Sedangkan pada waktu eksekusi menghasilkan alamat fisik dan logika yang berbeda. Kumpulan alamat logika yang dibuat oleh program adalah ruang alamat
    logika. Kumpulan alamat fisik yang berkorespondensi dengan alamat logika disebut ruang alamat fisik. Untuk mengubah dari alamat logika ke alamat fisik diperlukan suatu perangkat keras yang bernama Memory Management Unit (MMU).
    Gambar MMU
    Register utamanya disebut register relokasi. Nilai pada register relokasi bertambah setiap alamat dibuat oleh proses pengguna, pada waktu yang sama alamat ini dikirim ke memori. Program pengguna tidak dapat langsung mengakses memori. Ketika ada program yang menunjuk ke alamat memori, kemudian mengoperasikannya, dan menaruh lagi di memori, akan di lokasikan awal oleh MMU, karena program pengguna hanya berinterkasi dengan alamat logika. Pengubahan dari alamat logika ke alamat fisik adalah pusat dari manajemen memori.
    Seluruh proses dan data berada di memori fisik ketika dieksekusi. Ukuran dari memori fisik terbatas. Untuk mendapatkan utilisasi ruang memori yang baik, kita melakukan pemanggilan dinamis. Dengan pemanggilan dinamis, sebuah rutin tidak akan dipanggil sampai diperlukan. Semua rutin diletakkan di disk, dalam format yang dapat dialokasikan ulang. Program utama di tempatkan di memori
    dan dieksekusi. Jika sebuah rutin memanggil rutin lainnya, maka akan dicek dulu apakah rutin yang dipanggil ada di dalam memori atau tidak, jika tidak ada maka linkage loader dipanggil untuk menempatkan rutin yang diinginkan ke memori dan memperbaharui tabel alamat program untuk menyesuaikan perubahan. Kemudian kontrol diletakan pada rutin yang baru dipanggil.
    Keuntungan dari pemanggilan dinamis adalah rutin yang tidak digunakan tidak pernah dipanggil. Metode ini berguna untuk kode dalam jumlah banyak, ketika muncul kasus-kasus yang tidak lazim, seperti rutin yang salah. Dalam kode yang besar, walaupun ukuran kode besar, tapi yang dipanggil dapat jauh lebih kecil. Pemanggilan Dinamis tidak memerlukan bantuan sistem operasi. Ini adalah tanggung-jawab para pengguna untuk merancang program yang mengambil keuntungan dari metode ini. Sistem operasi dapat membantu pembuat program dengan menyediakan kumpulan data rutin untuk mengimplementasi pemanggilan dinamis.
  2. Memori Sekunder (Secondary Storage)
    Memori Sekunder (Secondary storage) atau yang biasa juga disebut external storage, adalah storage yang terpisah atau tidak berhubungan langsung dengan Central Processing Unit (CPU). Memori sekunder digunakan untuk menyimpana tau menampung data yang lebih besar dan pemanen, bisa juga dikatakan sebagai back-up dari memori utama. Data dalam memori sekunder tidak dikontrol langsung oleh komputer, meskipun datanya berasal dari memori utama. Kelemahan dari memori utama adalah tidak dapat menyimpan data yang permanen dan kapasitas penyimpanannya terbatas, sehingga diciptakanlah memori sekunder. Data pada memori sekunder adalah data yang sebelum dan sesudah diproses oleh komputer.
    Sistem operasi bertanggungjawab atas aktivitas - aktivitas yang berkaitan dengan manajemen disk seperti:
    • Free - space management.
    • alokasi penyimpanan.
    • penjadwalan disk.
    Sebelum membahas jenis – jenis memori sekunder, ada baiknya mengenal beberapa istilah dalam manajemen disk terlebih dahulu.
    Beberapa aspek yang termasuk aspek penting dalam Managemen Disk:
    Format Disk
    Disk adalah salah satu tempat penyimpanan data. Sebelum sebuah disk dapat digunakan, disk harus dibagi - bagi dalam beberapa sektor. Sektor - sektor ini yang kemudian akan dibaca oleh pengendali. Pembentukan sektor - sektor ini disebut low level formatting atau physical formatting. Low level formatting juga akan mengisi disk dengan beberapa struktur data penting seperti header dan trailer. Header dan trailer mempunyai informasi seperti nomor sektor, dan Error Correcting Code (ECC). ECC ini berfungsi sebagai correcting code karena mempunyai kemampuan untuk mendeteksi bit yang salah, menghitung nilai yang benar dan kemudian mengubahnya. Ketika proses penulisan, ECC di-update dengan menghitung bit di area data. Pada proses pembacaan, ECC dihitung ulang dan dicocokan dengan nilai ECC yang tersimpan saat penulisan. Jika nilainya berbeda maka dipastikan ada sektor yang terkorup.
    Agar dapat menyimpan data, OS harus menyimpan struktur datanya dalam disk tersebut. Proses itu dilakukan dalam dua tahap, yaitu partisi dan logical formatting. Partisi akan membagi disk menjadi beberapa silinder yang dapat diperlakukan secara independen. Logical formatting akan membentuk sistem berkas disertai pemetaan disk. Terkadang sistem berkas ini dirasakan menggangu proses alokasi suatu data, sehingga diadakan sistem partisi lain yang tidak mengikutkan pembentukan sistem berkas, disebut raw disk.

  3. Boot Block
    Saat sebuah komputer dijalankan, sistem akan mencari sebuah initial program yang akan memulai segala sesuatunya. Initial program-nya (initial bootstrap) bersifat sederhana dan akan menginisialisasi seluruh aspek yang diperlukan bagi komputer untuk beroperasi dengan baik seperti CPU registers, controller, danyang terakhir adalah Sistem Operasinya. Pada kebanyakan komputer, bootstrap disimpan di ROM (read only memory) karena letaknya yang tetap dan dapat langsung dieksekusi ketika pertama kali listrik dijalankan. Letak bootstrap di ROM juga menguntungkan karena sifatnya yang read only memungkinkan dia untuk tidak terinfeksi virus. Untuk melakukan tugasnya, bootstrap mencari kernel di disk dan me-load kernel ke memori dan kemudian loncat ke initial address untuk memulai eksekusi OS.
    Untuk alasan praktis, bootstrap sering dibuat berbentuk kecil (tiny loader) dan diletakkan di ROM, yang kemudian akan me-load full bootstrap dari disk bagian disk yang disebut boot block. Perubahan menjadi bentuk simple ini bertujuan jika diadakan perubahan pada bootstrap, maka struktur ROM tidak perlu dirubah semuanya.
    Bad Block
    Bad block adalah satu atau lebih sektor yang cacat atau rusak. Kerusakan ini dapat diakibatkan karena kerentanan disk jika sering dipindah - pindah atau kemasukan benda asing. Dalam disk sederhana seperti IDE controller, bad block akan ditangani secara manual seperti dengan perintah format pada MS-DOS yang akan mencari bad block dan menulis nilai spesial ke FAT entry agar tidak
    mengalokasikan branch routine ke blok tersebut.
    SCSI mengatasi bad block dengan cara yang lebih baik. Daftar bad block-nya dipertahankan oleh controller pada saat low level formatting, dan terus diperbarui selama disk itu digunakan. Low level formatting akan memindahkan bad sector itu ke tempat lain yang kosong dengan algoritma sector sparing atau forwarding. Sector sparing dijalankan dengan ECC mendeteksi bad sector dan melaporkannya ke OS, sehingga saat sistem dijalankan sekali lagi, controller akan menggantikan bad sector tersebut dengan sektor kosong. algoritma lain yang sering digunakan adalah sector slipping. Ketika sebuah bad sector terdeteksi, sistem akan meng-copy semua isi sektor ke sektor selanjutnya secara bertahap satu - satu sampai ditemukan sektor kosong. Misal bad sector di sektor 7, maka isinya akan dipindahkan ke sektor 8, isi sektor 8 dipindahakan ke 9 dan seterusnya.
    Jenis - Jenis Memori Sekunder:
    • Pita Magnetik (Magnetic tape), untuk membaca dan menulis data dari dan ke pita magnit melalui read / write head, dimana proses menulis pada pita magnit sifatnya destructive, yaitu bila data baru ditulis dan data yang lama akan langsung terhapus. Sedangkan proses membaca dari pita magnit adalah bersifat non-destructive, yaitu sesudah dibaca pita magnetic masih berisi data yang sama sebelum dibaca. Pita magnetik merupakan salah satu jenis memori sekunder yang digunakan untuk penyimpanan offline yang besar. Pita magnetik juga berfungsi sebagai media transfer data yang paling sederhana antara mesin-mesin yang tidak mempunyai sambungan komunikasi secara langsung.
    Karakteristik pita magnetik:
    1. Ukuran pita tape:
      • lebar ½ inch atau 35 mm, dilapisi dengan medium
        perekaman magnetik
      • Panjang pita ada yang 600, 800, 1200 dan 2400 feets
    2. Pita ini biasanya terbagi menjadi 7 atau 9 track searah dengan panjang pita tersebut.
    3. Pita tape terbuat dari bahan campuran plastik dan ferric oxide o Jumlah data yang disimpan terkecil adalah 20 MB dan untuk jenis tape optis dapat menyimpan 1000 GB atau 1 Terabyte dan panjang pitanya 800 m.
    4. Organisasi file pada tape adalah sequential organization, yaitu penyusunan yang berurut sehingga untuk mencari data dimulai dari data pertama sampai data tersebut ditemukan.
    5. Pengambilan data tertentu (retrieval) sangat lambat, karena sebelum sampai data yang dimaksud harus melalui dan membaca data demi data sebelumnya, ini disebut sequential access.
    6. Data yang disimpan dalam magnetic tape umumnya data yang tidak memerlukan perubahan (data baku) atau untuk backup data
    7. Kecepatan baca atau mencatat data pada pita tape tergantung model dan instruksinya, namun dapat diperkirakan antara 15000 sampai 60000 bytes per detiknya. 
    Bit-bit direkam sebagai spot magnetik pada tiap track dan membentuk suatu karakter; ada satu bit yang umumnya digunakan sebagai sebuah bit paritas untuk pendeteksian kesalahan. Kerapatan rekaman (recording density) umumnya diekspresikan dalam byte per inchi (bpi), umumnya 800, 1600 dan 6250 bpi.
    Pita tersebut diproses oleh sebuah tape drive yang memiliki satu head read / write untuk setiap track dan mampu membaca atau menulis satu karakter penuh pada suatu satuan waktu. Karena keadaan fisik tape drive tersebut, maka pita harus dipindahkan dalam kecepatan tertentu untuk melakukan pembacaan dan penulisan.
    Kecepatan piranti pita magnetik tersebut adalah antara 18,75 hingga 200 inchi per detik. Jika pita berhenti, maka dibutuhkan waktu lagi untuk mendapatkan perpindahan yang cukup cepat untuk melakukan pembacaan dan penulisan. Jika pita berhenti diantara dua karakter, maka kita tidak akan mungkin memindahkannya dengan cukup cepat untuk pembacaan dan penulisan pada saat karakter berikutnya lewat di bawah head read / write. Untuk mengatasi hal tersebut, karakter disimpan dalam
    kelompok-kelompok yang disebut sebagai record. Panjang record bisa tetap (fixed) atau variable. Record-record dipisahkan oleh gap antar record (interrecord gap) dan karakter akhir record (end of record character). Besar gap antar record antara 0,3 sampai 0,75 inchi. Jika record pendek, maka hampir semua kapasitas penyimpanan pita akan terbuang percuma menjadi gap antar record. Karena itu untuk meningkatkan utilitas pita, record dibentuk sedemikian rupa sehingga mereka jauh lebih panjang daripada gap yang dibutuhkan. Sekelompokrecord membentuk sebuah file. File dipisahkan oleh sebuah gap (kira-kira 3 inchi) dan karakter akhir file (end of file character). Semua record dibaca dan ditulis sekaligus dan pita hanya berhenti pada gap antar record. Pita dapat dipercepat selama gap tersebut sampai ke record berikutnya.
    Pita magnetik merupakan sistem memori akses sekuensial (sequential access memory). Pada jenis media penyimpanan ini, data ditulis sesuai urutan pemunculan mereka. Pada pembacaan data, setiap record diuji secara sekuensial sampai data yang diinginkan dapat kita peroleh. Oleh karena itu, waktu akses sangat tergantung pada posisi record tersebut pada pita pada saat ia diperlukan dan pada posisi head read / write sepanjang pita. Kecepatan data pada piranti pita magnetik berkisar antara 15 – 250 kilo byte per detik.
    Jenis Magnetic Tape Drive:
    • Media input berbentuk cassette tipe drive internal dengan interface IDE mempunyai kapasitas 30 GB
    • Media input berbentuk cassette perangkap back up portable tipe drive eksternal dengan interface USB mempunyai kapasitas memori 20 GB.
    • Eksternal drive tape dengan tipe single drive, yaitu single catridge dan 7 catridges, dengan interface USB mempunyai cartridge kapasitas 200 GB dan native 400 GB compressed, untuk transfer data rate 35 Mpbs, native 70 Mbps compressed.
    Magnetic disk, mempunyai tipe:
    o
    1. Floppy disk (diskette),
      mulai diperkenalkan sekitar tahun 1970. Berbentuk cakram lentur dan berbentuk mini, dipakai di Personal Computer (PC). Terbuat dari bahan plastik mylar, yaitu plastik tipis yang dilapisi bahan magnectic dan pada bagian atasnya diberi lapisan Iron Oxide (Oxid Besi), sehingga dapat berfungsi untuk merekam data dan mempunyai daya penggerak berkisar 300 rpm. Floppy disk lebih murah harganya daripada hard disk, karena putarannya lebih lambat pada saat membaca atau menulis data. Floppy disk lebih rentah terhadap gesekan di permukaan magnetiknya. Memiliki kapasitas kecil > 1 – 2 MB.
      Pada floppy disk ada sebuah lubang segi empat yang letaknya dipinggiran floppy disk. Lubang ini berguna untuk melindungi data yang ada pada floppy disk agar data tersebut tidak hilang, yaitu dengan cara menutup lubang tersebut. Pada floppy disk ini jumlah tracks yang digunakan tergantung pada jenis komputer yang digunakan.
      Jenis dan ukuran floppy disk:
      • Floppy disk 8 inci, lebih banyak digunakan pada komputer mini dan
        mainframe, dengan kapasitas 5,5 MB
      • Floppy disk 5 ¼ inci, mempunyai dua tipe yaitu Double Density
        (DD) dengan kapasitas 360 KB dan High Density (HD) dengan
        kapasitas 1,2 MB
      • floppy disk 3 ½ inci, mempunyai dua tipe yaitu Double Density
        (DD) dengan kapasitas 720 KB dan High Density (HD) dengan
        kapasitas 1, 44 MB dan 2, 88 MB
    2. Zip Drive
      adalah floppy drive yang dapat dipindah - pindahkan, dimana menggunakan floppy disk yang berkapasitas tinggi dengan volume penyimpanan data 100 MB dan 250 MB. Zip drive sendiri tidak termasuk yang tercepat, namun bila pertimbangan portabilitasnya, maka tidak salah untuk memilih model Zip drive dengan koneksi USB (universal Serial Bus) akan lebih mudah untuk gonta ganti antar PC dalam mentransfer file besar dan kompatible dengan disk drive 1, 44 Mb.
    3. Flash Disk
      Adalah piranti penyimpan dari floppy drive jenis lain yang mempunyai kapasitas memori 128 MB, dengan menggunakan kabel interface jenis USB (Universal Serial Bus), sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 96 x 32 mm dan pada bagian belakang bentuknya agak menjurus keluar, digunakan untuk tempat penyimpanan baterai jenis AAA dan terdapat port USB yang disediakan penutupnya yang berbentuk sama dengan body utamanya dan juga mempunyai layar LCD yang berukuran 29,5 x 11 mm.
      Flash disk dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti :
      • Sebagai storage (penyimpan data)
      • Sebagai MP3 player
      • Sebagai voice recording
      • Sebagai FM Tuner (radio)
Keempat fungsi ini dikendalikan dengan tombol – tombol yang tersedia di kedua sisi samping body nya, yaitu  :
  • Untuk storage salah satu tombol difungsikan melakukan lock agar data didalamnya dapat diproteksi
  • Untuk fitur MP3 player tersedia sebuah tombol on / off, tombol menu serta tombol – tombol bantuan untuk mengatur setting yang disediakan.
  • Untuk sumber tenaga disediakan sebuah port khusus untuk menampung daya baterai jenis AAA dibagian belakang dalam penggunaan MP3 player, voice recording ataupun FM tuner.
  • Untuk penyimpan data biasa, sumber tenaga diambil langsung melalui USB yang dikoneksi ke PC, secara otomatis di layar monitor akan menyala dan dan menampilkan pesan pada layar yang memberitahukan bahwa koneksi sedang berlangsung antara flash drive dengan PC.

  • Flash disk mempunyai kemampuan transfer data untuk penulisan mencapai 350 Kbps, sedangkan untuk pembacaan mencapai 665 Kbps. Pada perlengkapan pendukungnya tersedia peralatan earphone, baterai jenis AAA, kabel ektensi USB dan CD driver flash disk untuk install. Untuk versi windows ME, windows 2000 dan windows XP sudah dapat mendeteksi untuk konfigurasi flash disk,
    kecuali sistem operasi windows 98 belum dapat mendeteksi secara otomatis, jadi harus diinstall driver-nya terlebih dahulu. 
Pada teknologi masa kini, flash memory mengalami perkembangan penyimpan data dengan kapasitas menjadi 512 MB (megabyte) hingga 1 GB (gigabyte) dan dengan ukuran sekitar 18 x 16,5 x 7,5 mm yang
mempunyai kemampuan transfer data sekitar 480 Mbps, sehingga untuk pengunaan file dengan memori 120 Mb, dapat melakukan pembacaan data sekitar 88 Mbps dan untuk penulisan data sekitar 5 Mbps. Bentuknya aneka ragam ada yang seukuran lebih kecil atau lebih besar dari keluaran pertamanya. Bahkan saat ini ada yang berkapasitas sekitar 2, 2 GB dengan ukuran seperti kotak kecil.
Hard Disk
biasa disebut juga dengan cakram keras berbentuk piringan hitam terbuat dari alumunium dan dilapisi bahan magnetic. Hard disk sudah menjadi komponen utama dari PC untuk sistem operasi. Komponenkomponen
bagian hard disk terdiri dari sebuah jarum untuk membaca data di cakram. Mempunyai kapasitas lebih besar dari floppy disk. Kecepatan putarannya bervariasi, ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada yang sampai 7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya ditentukan oleh banyaknya data yang bisa disimpan. Besarnya bervariasi, ada yang 1,2 GB hingga 80 GB. 1 GB sama dengan 1000 MB, sedangkan 1 MB sama dengan 1000 KB.  Spesifikasi Kinerja Hard Disk:
Kecepatan Putar dari Platter (piringan), mempunyai penggerak 5400, 7200, 10000 sampai 15000 Rpm, sehingga semakin besar kapasitas penggeraknya semakin cepat platter dari suatu hard disk berputar akan semakin baik dan cepat dalam proses baca dan tulis (simpan) data.
Kecepatan Waktu (seek time), adalah waktu yang dibutuhkan dalam satuan millisecond oleh hard disk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke track berikutnya dan memindahkan head-nya dari sebuah track terluar ke track terdalam untuk membandingkan perpindahan head dalam hard disk.
Untuk spesifikasi seek time dikenal dengan istilah:
  • Average Seek Time, yaitu nilai rata-rata dari seek time paling tinggi
    dan seek time paling rendah.
  • Track to Track Seek Time, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh hard
    disk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke track
    berikutnya yang bersebelahan.
  • Full Stroke Seek Time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk
    memindahkan head antara track terdalam dengan track terluar
Areal Density, adalah banyaknya data yang disimpan untuk suatu daerah dengan ukuran tertentu.
Latency, adalah waktu yang dibutuhkan hard disk dalam memindahkan head-nya untuk membuat sektor yang diinginkan berada tepat dibawah head. Setelah membutuhkan seek time pada saat head tiba di track,
lokasi sektor yang diinginkan itu letaknya berdekatan dengan lokasi head dan sebentar lagi sektor tersebut akan melewati head tersebut.
Head Switch Time, adalah waktu yang diperlukan hard disk untuk men-switch head ketika menulis file yang besar pada sebuah cylinder tanpa perpindahan head ke cylinder lain.
Access Time, adalah waktu yang dibutuhkan hard disk dalam menunjukkan Total Delay antara dimulainya operasi baca / tulis dengan waktu sebelum hard disk membaca / menulis, bisa juga dikatakan Access Time adalah Average Seek Time ditambah dengan Average Latency.
Direct Access, proses pengambilan data tertentu (retrieval) yang
sangat cepat karena dapat langsung menuju ke data yang dimaksud.
Gambar Struktur Hardisk
Array Disk Raid (Hard disk dengan RAID System)
Kecepatan prosesor telah meningkat sangat pesat sampai saat ini. Performa prosesor telah digandakan setiap 18 bulan. Kecepatan memori semikonduktor telah meningkat pada tingkat menengah. Peningkatan yang relatif paling kecil dalam hal kecepatan adalah pada perangkat penyimpanan disk, yang waktu aksesnya masih berada pada orde milidetik.
Perangkat performa tinggi cenderung mahal, terkadang dimungkinkan untuk mencapai performa sangat tinggi pada harga yang terjangkau dengan menggunakan sejumlah perangkat biaya rendah yang beroperasi secara paralel. Banyak disk drive magnetik dapat digunakan untuk menyediakan unit penyimpanan performa tinggi.
Pada tahun 1988, para peneliti di Universitas California Berkeley mengusulkan sistem penyimpanan yang berbasis banyak disk sebanyak 5 (lima) disk. Mereka menyebutnya RAID (Redundant Array of Inexpensive Disk).
Bila menggunakan banyak disk juga memungkinkan untuk meningkatkan keandalan sisten secara keseluruhan. Para peneliti tersebut mengusulkan 6 (enam) konfigurasi yang berbeda. Konfigurasi tersebut dikenal sebagai tingkat RAID sekalipun tidak terdapat hirarki.
Tiga karakteristik umum dari RAID, yaitu:
  • Menurut Stallings [Stallings2001], RAID adalah sebuah sebuah set
    dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem operasi
    sebagai sebuah logical drive.
  • Data didistribusikan ke dalam array dari beberapa physical drive
  • Kapasitas disk yang berlebih digunakan untuk menyimpan
    informasi paritas, yang menjamin data dapat diperbaiki jika terjadi
    kegagalan pada salah satu disk
Selain data stripping dan mirroring, ada satu tindakan lagi yaitu kombinasi stripping dan mirroring. Tindakan ini membutuhkan banyak biaya karena harus mengadakan lebih dari dua buah disk sebagai
pembagi dan back-up data. 
RAID juga sebagai alternatif sekuriti kerusakan data, karena disk memiliki resiko yang tinggi mengalami kerusakan. Kerusakan disk dapat berakibat turunnya kinerja atau hilangnya sejumlah data. Walaupun sudah dibuatkan sistem backup data, tetap saja kemungkinan itu ada, karenanya reliabilitas dari suatu disk harus dapat terus ditingkatkan.
Peningkatan Kehandalan dan Kinerja
Peningkatan Kehandalan dan Kinerja dari disk dapat dicapai melalui
dua cara:
  1. Redudansi
    Peningkatan kehandalan disk dapat dilakukan dengan redundansi, yaitu menyimpan informasi tambahan yang dapat dipakai untuk membentuk kembali informasi yang hilang jika suatu disk mengalami kegagalan. Salah satu teknik untuk redundansi ini adalah dengan cara mirroring atau shadowing, yaitu dengan membuat duplikasi dari tiap - tiap disk. Jadi, sebuah disk logical terdiri dari 2 disk physical, dan setiap penulisan dilakukan pada kedua disk, sehingga jika salah satu disk gagal, data masih dapat diambil dari disk yang lainnya, kecuali jika disk kedua gagal sebelum kegagalan pada disk pertama diperbaiki.
    Pada cara ini, berarti diperlukan media penyimpanan yang dua kali lebih besar daripada ukuran data sebenarnya. Akan tetapi, dengan cara ini pengaksesan disk yang dilakukan untuk membaca dapat ditingkatkan dua kali lipat. Hal ini dikarenakan setengah dari permintaan membaca dapat dikirim ke masing-masing disk. Cara lain yang digunakan adalah paritas blok interleaved, yaitu menyimpan blok-blok data pada beberapa disk dan blok paritas pada sebuah (atau sebagian kecil) disk.
  2. Paralelisme
    Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan mengakses banyak disk secara paralel. Pada disk mirroring, di mana pengaksesan disk untuk membaca data menjadi dua kali lipat karena permintaan dapat dilakukan pada kedua disk, tetapi kecepatan transfer data pada setiap disk tetap sama. Kita dapat meningkatkan kecepatan
    transfer ini dengan cara melakukan data striping ke dalam beberapa disk. Data striping, yaitu menggunakan sekelompok disk sebagai satu kesatuan unit penyimpanan, menyimpan bit data dari setiap byte secara terpisah pada beberapa disk (paralel).
    Level RAID dibagi menjadi 6 (enam):
  • RAID Level 0, adalah konfigurasi dasar yang dimaksudkan untuk meningkatkan performa. Suatu file besar tunggal disimpan dalam beberapa unit disk terpisah dengan memecah file menjadi sejumlah
    bagian yang lebih kecil dan menyimpan pecahan tersebut pada disk yang berbeda.Tindakan ini disebut sebagai data striping. Pada saat file diaksesuntuk pembacaan, semua disk dapat mengirimkan datanya secara paralel. Waktu transfer total file setara dengan waktu transfer yang diperlukan dalam sistem disk tunggal dibagi jumlah disk yang digunakan dalam array. Akan tetapi waktu akses, yaitu jeda pencarian dan rotasi yang diperlukan untuk mencari awal dta pada tiap disk, tidak direduksi. Sebenarnya karena tiap disk beroperasi secara mandiri satu sama lain, waktu akses bervariasi dan diperlukan buffering pecahan data yang diakses, maka file lengkap dapat dirakit ulang dan dikirim ke prosesor yang me-request sebagai entitas tunggal. Ini adalah operasi array disk paling sederhana yang hanya meningkatkan performa data flow time. Kelemahan data stipping adalah apabila salah satu disk ada kerusakan, maka data sebagian akan hilang dan tidak dapat melengkapi data pada disk lainnya.
  • RAID Level 1, ditujukan untuk menyediakan keandalan yang lebih baik dengan menyimpan copy data identik pada dua disk bukan hanya satu. Dua disk tersebut disebut mirror satu sama lain. Kemudian jika satu disk gagal, semua operasi read dan write ditujukan ke mirror drive-nya. Cara tersebut baik dari segi keamanan (security), tetapi ini merupakan cara yang mahal untuk meningkatkan keandalan karena semua disk diduplikasi.
  • Raid level 2, ini merupakan pengorganisasian dengan erro correcting code (ECC). Seperti pada memori di mana pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di mana paritas bit = 0, jika jumlah bit genap atau paritas = 1 jika ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error correction bit pada disk lain.
  • Raid level 3, merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapa pun jumlah kumpulan disknya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk - disk secara paralel.
  • RAID level 4, merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk - disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok - blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk - disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel.
  • Raid level 5, merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas disk seperti pada RAID level 4.
  • RAID level 6, disebut juga redudansi P + Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk - disk yang berbeda. Jadi jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n + 2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data Mean Time To Repair (MTTR). Kerugiannya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.
Gambar Level RAID (Gambar ini diadaptasi dari (Silberschatz2002, hal 507) )

RAID level 0 + 1 dan 1 + 0, ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini
sama pentingnya. Dalam RAID 0 + 1, sekumpulan disk di-strip, kemudian strip tersebut di-mirror ke disk - disk yang lain, menghasilkan strip - strip data yang sama. Kombinasi lainnya yaitu RAID 1 + 0, dimana disk - disk di-mirror secara berpasangan, dan kemudian hasil pasangan mirrornya di-strip. RAID 1 + 0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0 + 1. Sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0 + 1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yang dapat diakses, sedangkan pada RAID 1 + 0, disk yang gagal tersebut tidak dapat diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu disk - disk selain dari disk yang gagal.
Beberapa pengaturan hibrida telah dikembangkan setelahnya, misalnya RAID 10 adalah array yang menggabungkan fitur RAID 0 dan RAID 1. Perlakuan skema lain yang lebih detil bisa didapatkan pada referensi 6 hingga 10. Konsep RAID telah mendapatkan penerimaan komersial. Misalnya salah satu produk merek komputer dari amerika menawarkan produk berbasis RAID 0, RAID 1 dan RAID 10. Akhirnya kita sebaiknya memperhatikan bahwa dengan sangat menurunkan harga disk drive magnetik selama beberapa tahun terakhir, maka mungkin tidak begitu tepat menyebut ‘inexpensive’ disk dalam RAID. Istilah RAID telah didefinisikan ulang oleh industri menjadi ‘independent’ disk.
Gambar RAID 0+1 dan 1+0, Gambar ini diadaptasi dari (Silberschatz2002, hal 511)
Jenis - Jenis Hard Disk:
  • Disk ATA / EIDE, hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced Integrated Drive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai
    untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE /ATA dihubungkan langsung ke motherboard.
  • Disk SCSI, banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI. Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.
  • Disk RAID, menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.
  • Disk SATA, hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial ini mampu melebihi kecepatan bus paralel
  • SATA dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya dapat digunakan pada satu hard disk.
Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan. Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC, dan dapat mentransfer data 480 Mbps.
Disk Optik (Optical Disk)
Media optik yang ada saat ini adalah berbentuk CD (Compact Disk). CD terbuat dari plat alumunium yang dapat dilapisi dengan bahan – bahan chrome yang mengkilat dan tidak menggunakan bahan magnetic melainkan bahan yang dapat memantulkan cahaya. Compact disk pertama lazim digunakan dalam sistem audio, merupakan aplikasi pertama dari teknologi ini. Setelahnya, teknologi optik diadaptasi ke lingkungan komputer untuk menyediakan penyimpanan read only kapasitas tinggi yang disebut CD ROM.
Generasi CD pertama kali dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh perusahaan Sony dan Philips, yang juga mempublikasikan spesifikasi lengkap perangkat tersebut. Teknologi tersebut mengeksploitasi kemungkinan penggunaan representasi analog untuk sinyal suara analog. CD diperlukan untuk menyimpan setidaknya satu jam suara atau musik, untuk itu diadakan uji coba dengan mengambil sampel 16 bit sinyal analog pada kecepatan 44.100 sampel per detik. Sampling rate ini dua kali frekuensi tertinggi dalam sinyal suara asli, sehingga memungkinkan rekonstruksi yang cukup akurat.
Versi keluaran pertama di desain untuk menyimpan hingga 75 menit, yang memerlukan total sekitar 3 x 109 bit (3 gigabit) penyimpanan. Sejak saat itu, perangkat dengan kapasitas yang lebih tinggi telah dikembangkan. Video CD mampu menyimpan full length movie. Video CD memerlukan kapasitas penyimpanan bit yang setingkat lebih besar daripada Audio CD. Multimedia CD juga cocok untuk menyimpan sejumlah besar data komputer.
Gambar struktur optical disk


Teknologi Compact Disk

Teknologi optik yang dipakai untuk sistem CD didasarkan pada sumber sinar laser. Berkas laser diarahkan ke permukaan disk yang berputar. Lekukan fisik pada permukaan CD diatur sepanjang track disk. Lekukan tersebut merefleksikan berkas terfokus ke foto detektor yang mendeteksi pola biner yang tersimpan.
Laser tersebut memancarkan berkas sinar koheren yang difokuskan dengan tajam pada permukaan disk. Sinar koheren terdiri dari gelombang tersinkronisasi yang memiliki panjang gelombang yang sama. Jika berkas sinar koheren digabungkan dengan berkas lain dari jenis yang sama dan dua berkas tersebut berada dalam satu fase, maka hasilnya akan berupa berkas yang lebih terang. Akan tetapi jika gelombang dua berkas tersebut berbeda fase 180 derajat, maka keduanya akan saling meniadakan. Sehingga jika fotodetektor digunakan untuk mendeteksi berkas tersebut, maka akan mendeteksi titik terang pada kasus pertama dan titik gelap pada kasus kedua. Lapisan dasar CD adalah dari bahan plastik polikarbonat, yang
berfungsi sebagai basis gelas transparan. Permukaan plastik ini diprogram untuk menyimpan data dengan melekukkan lapisan tersebut dengan pit (pola hole). Bagian yang tidak dilekukkan disebut land. Lapisan tipis bahan alumunium perefleksi ditempatkan pada bagian atas disk yang terprogram. Alumunium tersebut kemudian dilapisi dengan acrylic pelindung. Terakhir lapisan paling atas disimpan dan diberi cap dengan label. Ketebalan total CD adalah 1,2 mm. hampir seluruhnya memakai plastik polikarbonat, lapisan yang lain sangat tipis.
Sumber laser dan fotodetektor ditempatkan di bawah plastik polikarbonat. Berkas yang dipancarkan melintasi plastik ini, direfleksikan oleh lapisan alumunium dan melintas balik menuju fotodetektor. 
CD menggunakan skema encoding kompleks untuk menyatakan data, tiap byte data dinyatakan dengan kode 14 bit, menyediakan kemampuan deteksi error. CD memiliki diameter 120 mm, terdapat lubang 15 mm di tengah. Data disimpan pad track yang menutupi area tersebut dari radius 25 mm hingga radius 58 mm. Jarak antara track adalah 1,6 mikron. Pit memiliki lebar 0,5 mikron dan panjang 0,8 hingga 3 mikron. CD mempunyai lebih dari 15.000 track, jika seluruh track spiral dipisah – pisahkan maka akan mencapai panjam 5 km. Jumlah ini mengindikasikan kerapatan track sekitar 6000 track / cm, yang lebih tinggi daripada kerapatan yang dapat dicapai dalam disk magnetik. Dalam hard disk kerapatan berada dalam rentang dari 800 hingga 2000 track / cm dan dalam floppy disk kurang dari 40 track / cm. 
Jenis – Jenis Compact Disk (CD):
  • CD ROM, adalah salah satu versi CD yang bersifat read only dan mempunyai kapasitas rekamnya antara 650 Mb sampai 700 Mb. CD ROM merupakan media penyimpanan yang removable dengan harga murah, mudah didapat dan bersifat multiguna (untuk data, audio atau video). Informasi disimpan dalam bentuk biner, maka cocok untuk digunakan sebagai medium dalam sistem komputer. Umur pakai atau daya tahan CD ROM tergantung dari dari bahan atau material yang digunakan. Faktor temperatur atau kelembaban lingkungan juga turut mempengaruhi. Semakin lembab udaranya semakin pendek pula umurnya, karena material CD ROM tersebut akan bereaksi dengan molekul oksigen dan hidrogen di udara, lama kelamaan kemampuan refleksinya di dalam drive tidak akan dipantulkan secara sempurna, sehingga data – data yang ada di dalam CD ROM tidak semuanya dapat dilihat. Faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan adalah goresan yang terjadi karena CD ROM sering diputar, handling yang tidak tepat dan penyimpanan yang buruk. Faktor persoalan lain yang ada di CD adalah untuk memastikan integritas data yang tersimpan. Karena pit sangat kecil, maka sulit untuk menerapkan semua pit secara sempurna. Dalam perekaman audio dan video, beberapa error dalam data dapat ditoleransi karena tampaknya tidak mempengaruhi suara atau image yang direproduksi dalam cara yang dapat dimengerti. Akan tetapi dalam perekaman aplikasi komputer error tersebut tidak dapat diterima. Karena ketidak sempurnaan fisik tidak dapat dihindarkan, maka perlu menggunakan bit tambahan untuk menyediakan kemampuan pemeriksaan error dan koreksi. CD ROM yang digunakan dalam aplikasi komputer memiliki kemampuan tersebut.
  • CD – R, adalah standar untuk format CD yang recordable atau CD yang nantinya hanya dapat digunakan sekali pakai saja untuk merekam data, audio atau video. Bersifat permanen, jadi data tidak dapat dihapus. Tipe CD ini baru dikembangkan pada akhir tahun 1990-an. Suatu track spiral diimplementasikan pada disk untuk membakar pit menjadi dye organik pada track. Pada saat titik yang dibakar dipanaskan diatas temperatur kritis, maka titik tersebut menjadi buram. Titik bakar tersebut merefleksikan lebih sedikit sinar pada saat dibaca sesudahnya.Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, data disimpan secara permanen, bagian yang tidak digunakan atau yang masih kosong pada disk dapat digunakan untuk menyimpan data tambahan pada saat berikutnya.
  • CD – RW, adalah standar untuk format CD yang ReWritable. Artinya dapat digunakan secara berulang – ulang. CD – RW cocok bila digunakan sebagai backup data, misalnya menghapus file atau data yang lama dan menggantinya dengan file atau data yang baru. Karena dapat dipakai berulang kali
    maka CD ini dikenal paling fleksibel. Walaupun dapat dipakai berulang kali, tetapi untuk idealnya sebaiknya dibatasi. Batasan tersebut mencapai 1000 kali. CD – RW bila sedang melakukan perekaman atau penyimpanan. data ke dalam disk biasanya agak memakan waktu lama dan tergantung dari koneksi drive ke PC. Untuk CD – RW drive internal memiliki dua tipe interface, yaitu tipe interface IDE / ATA dan tipe interface SCSI. Tipe interface SCSI kecepatan koneksinya lebih cepat daripada IDE / ATA. Kecepatan CD – RW dituliskan dalam format misalnya 52 x 32 x 52, itu artinya: pembakaran media CD – R dengan kecepatan 52 x, pembakaran media CD – ReWritetable dengan kecepatan 32 x, pembakaran media CD – R, CD – ROM dan CD – RW dengan kecepatan 52 x. Struktur dasar CD – RW mirip dengan struktur CD – R. sebagai pengganti dye organik dalam lapisan perekam, digunakan campuran (alloy) perak, indium, antimony dan tellurium. Drive CD – RW biasanya dapat menangani media compact disk yang lain, seperti dapat membaca CD – ROM dan membaca dan menulisi CD – R. Drive tersebut didesain untuk memenuhi persyaratan standar antar muka interkoneksi, seperti EIDE,SCSI dan USB. Drive CD – RW menggunakan tiga daya laser yang berbeda. Daya tertinggi digunakan untuk merekam pit, daya menengah digunakan untuk membawa campuran ke dalam keadaan crystalline disebut ‘erase power’. Daya terendah digunakan untuk membaca informasi yang tersimpan. Teknologi CD – RW telah menjadikan CD – R kurang relevan karena CD – RW menawarkan kemampuan lebih unggul dengan harga yang sedikit lebih mahal. 
  • DVD (Digital Versatile Disk), adalah disk media optik yang mampu menyimpan data digital dalam jumlah yang besar termasuk jenis multimedia, seperti musik dan film yang berdurasi panjang dengan kualitas gambar dan suara sangat bagus. Standard DVD pertama didefinisikan pada tahun 1996 oleh suatu konsorsium perusahaan. Tujuannya adalah agar dapat menyimpan suatu full length movie pada satu sisi disk DVD.
    Ukuran fisiknya sama dengan ukuran CD, memiliki ketebalan 1, 2 mm dan berdiameter 120 mm. Kapasitas penyimpanannya dibuat lebih besar daripada CD dengan beberapa perubahan
    disain:
    • Laser sinar merah yang panjang gelombang 635 mm
      digunakan sebagai pengganti laser sinar infra red dalam
      CD, yang memiliki panjang gelombang 780 mm.
      Panjang gelombang yang lebih pendek
      memungkinkannya untuk memfokuskan sinar ke titik
      yang lebih kecil.
    • Pit lebih kecil, dengan panjang minimum 0,4 mikron
    • Track diletakkan lebih berdekatan, jarak antar track 0,74
      mikron.
    Dengan menggunakan peningkatan ini menghasilkan kapasitas DVD 4,7 gigabyte.
    DVD ada yang berformat ditulisi sekali (DVD – R), ada juga yang berformat ditulisi berulang – ulang (DVD – RW) atau disebut juga dengan DVD – RAM. Tipe DVD – RAM menyediakan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Kerugiannya hanyalah harga yang relatif lebih mahal tapi tidak sebanding dengan kecepatan penulisannya yang relatif lambat. Untuk memastikan data telah direkam atau disimpan dengan tepat pada disk, maka dilakukan suatu proses yang disebut write verification. Proses ini dilakukan oleh DVD – RAM yang membaca isi tersimpan dan membandingkannya dengan data yang asli.
    Side digunakan untuk mengacu dalam menyimpan data di dalam DVD. Bila kepingan DVD dengan double side, maka penyimpanan data bisa bolak balik. Layer digunakan untuk lapisan penyimpan data dalam satu sisi, jadi apabila DVD dengan double layer, maka dalam satu sisi memiliki dua lapisan penyimpan data.
  • Waktu akses untuk drive DVD sama dengan drive CD, akan tetapi pada saat DVD berotasi pada kecepatan yang sama, kecepatan transfer data lebih tinggi, karena kerapatan pit yang lebih tinggi.
    Pemeliharaan CD / DVD:
    Metode pemeliharaan untuk CD / DVD supaya data – data yang tersimpan sampai jangka waktu yang cukup lama, yaitu :
    • Bila meletakkan CD / DVD harus tegak lurus dengan
      keadaan terbungkus dalam lemari, misalnya seperti
      menempatkan buku.
    • Gunakan cairan pembersih yang bebas dari tinta atau spidol,
      sebaiknya gunakan cairan alkohol untuk menghilangkan
      kotoran atau noda yang berat. Gunakan kain lap katun yang
      bersih, upayakan membersihkannya dari bagian dalam
      sampai keluar.
    • Jangan menyentuh piringan selain bagian tepi luar atau
      lubang tengahnya dan jangan menyentuh tengahnya
      ataupun dilekukan.
    • Bila memungkinkan simpan dalam ruangan gelap, kering
      dan sejuk dengan udara bersih dan hindari sinar matahari
      langsung.
    • Hindari piringan tergores, untuk itu jangan diletakkan dekat
      benda – benda tajam atau yang dapat menggores piringan.
Hierarchical Storage Management (HSM)
HSM memperluas storage hierarchy di atas primary memory dan secondary storage untuk membentuk tertiary storage, yang biasa diimplementasikan dalam bentuk juke box dari kumpulan tapes atau removable disk.
Berkas - berkas yang ukurannya kecil dan sering digunakan dibiarkan berada di dalam disk. Berkas - berkas yang ukurannya besar dan jarang digunakan disimpan dalam jukebox.
HSM biasanya digunakan pada super komputer dan large installations yang menggunakan data - data dalam volume sangat besar.
Kecepatan dari tertiary storage dipengaruhi oleh 2 (dua) aspek: bandwidth dan latency. Sustained bandwidth adalah waktu rata - rata ketika melakukan transfer dalam ukuran yang besar, yaitu jumlah byte dibagi waktu transfer. Istilah bandwidth dari suatu drive dapat dimengerti sebagai sustained bandwidth.
Effective bandwidth menghitung rata - rata waktu IO, termasuk waktu untuk seek atau locate dan waktu penggantian cartridge di dalam jukebox.
Access latency adalah waktu yang dibutuhkan untuk menemukan lokasi dari suatu data.